Jenis-jenis Pintu Rumah

Bagian rumah yang tidak kalah pentingnya dari komponen dari bagian lainnya yaitu pintu. Pintu memiliki fungsi sebagai aspek untuk menjaga keamanan di dalam rumah. Selain untuk keamanan, pintu juga dijadikan sebagai penghias rumah agar terlihat lebih indah. Oleh karena itu, ketika orang membangun rumah ingin mendapatkan jenis pintu yang cocok untuk rumahnya agar tidak hanya aman tapi juga rumah terlihat menarik, dan elegan. Selain karena masalah di atas, ada juga orang yang mempertimbangkan soal pemilihan jenis pintu karena kondisi atau keadaan rumah sehingga harus memilih jenis pintu yang pas. Nah, jenis-jenis dari pintu sendiri tidak hanya satu tapi ada banyak. Berikut ini ada beberapa jenis-jenis dari pintu rumah yang harus Anda ketahui.

Pintu geser

pintu-geser

Jenis pintu pertama yang harus Anda ketahui yaitu pintu geser. Pintu ini tidak hanya cocok dijadikan sebagai pintu di rumah tapi juga untuk diperusahaan. Cara membuka pintu geser sendiri dengan mengeserkan daun pintu kebagian kiri atau kanan. Yang membuat jenis pintu satu ini dapat bergeser dikarenakan pada bagian bawah atau atas daun pintu biasanya dipasang rel dan roda sehingga pintu dapat digeser kebagian kanan atau kiri. Menggunaan jenis pintu geser ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki ruang sempit karena dengan menggunakan pintu ini tidak akan memakan tempat disaat Anda membuka pintu atau juga menutup pintu. Selain pintu rumah, pintu geser juga bisa Anda temukan pada furnitru seperti lemari. Dengan menggunakan pintu geser akan terlihat lebih simpel dan rapi.

Pintu lipat

pintu-lipat

Jenis pintu yang kedua adalah pintu lipat. Pintu lipat merupakan pintu yang mengabungkan semua pintu yang dihubungkan dengan menggunakan engsel sebagai penghubung. Dengan adanya engsel yang terpasang disetiap pintu sehingga membuat pintu akan terbentuk lipatan dari pintu-pintu yang ada ketika dibuka. Untuk jenis pintu ini sangat cocok dijadikan sebagai pembatas ruangan sehingga ketika ruangan yang terlihat kecil dan ingin dibesarkan, Anda bisa membuka semua pintu agar ruangan yang tadinya kecil terlihat besar. Namun sayangnya, jenis pintu satu ini membutuhkan tempat yang cukup untuk tempat sandaran ketika pintu akan dibuka semua. Akan tetapi, pintu lipat ini sangat cocok jadi pilihan jika Anda memiliki rumah yang kecil tapi ingin diberi pembatas antara ruang yang satu dengan lainnya.

Pintu ayun

pintu-ayun

Jenis pintu satu ini sangat mudah untuk Anda jumpai di rumah-rumah karena pengguna dari pintu ini sendiri umum digunakan pada bangunan rumah. Selain itu, di negara kita ini lebih banyak orang menggunakan jenis pintu satu ini. Adapun jenis pintu yang dimaksud adalah pintu ayun (swing door). Pintu ayun merupakan jenis pintu yang dibuka dan ditutup dengan cara didorong atau juga ditarik. Jenis pintu ayun ini akan menggunakan engsel untuk menyatukan daun pintu dengan kusen. Kekurangan dari menggunakan pintu ayun ini yaitu membutuhkan ruang ketika pintu akan dibuka atau juga ditutup. Jadi, saat Anda ingin pilih jenis pintu ayun sebagai pilihan pintu rumah, ada baiknya memperhatikan terlebih dahulu kebutuhan ruang untuk pintu agar bisa dibuka dan ditutup dengan mudah dan tidak menganggu perabotan yang ada disekitar ruangan.

Bagi Anda yang ingin memilih jenis pintu, jangan lihat dari keindahan pintu saja tapi lihat juga kegunaan dan kondisi ruangan Anda.

Beberapa Kriteria Rumah Ideal

kriteria-rumah-idealRumah ideal bukan dinilai dari seberapa banyak barang mewah di dalamnya, melainkan dari seberapa besar memberikan kenyamanan & keamanan bagi para penghuninya. Ketahui beberapa kriteria rumah ideal secara umum lebih lanjut.

Berencana membangun rumah? Sebelum pembangunan dilakukan, sebaiknya lakukan konsultasi dengan ahli konstruksi agar mendapatkan rumah ideal. Rumah ideal di sini bukan hanya kuat dari sisi konstruksi bangunan sehingga mencegah runtuhnya bangunan yang bisa mengancam kesehatan & keselamatan para penghuni serta indah dari sisi interior atau eksterior sehingga memberikan kebanggaan bagi penghuni & menjadi nilai tambah pada rumah sendiri, melainkan juga memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

Memiliki tata letak yang tepat

Posisi rumah yang ideal sejatinya menghadap ke timur. Mengapa? Pertama, agar dapat melihat matahari terbit saat membuka pintu rumah. Kedua, matahari pagi yang menyorot ke arah rumah juga membuat rumah jadi lebih sehat & segar. Ketiga, untuk menghindari terik matahari pada siang hari sampai sore hari. Bagaimana dengan interior rumah yang ideal? Dapur harus diposisikan pada bagian paling belakang rumah agar asap & masakan tidak mengganggu tamu atau penghuni saat berleha-leha di ruang keluarga, kamar mandi sebaiknya tidak persis menghadap ruangan lain, kamar tidur sebaiknya menghadap pemandangan di sekitar rumah yang paling indah seperti taman, pantai, pegunungan, bentangan sawah, atau lain sebagainya,

Menawarkan suhu ruang yang sejuk

Suhu ruang yang sejuk akan membuat para penghuni betah berada di dalam rumah. Rasanya tak berlebihan jika rumah yang mampu menawarkan suhu ruang sejuk tergolong dalam rumah ideal. Ada beberapa upaya untuk membuat rumah jadi sejuk, di antaranya:

  • Membuat taman di halaman atau dalam rumah. Selain mempercantik eksterior rumah, taman juga akan membuat suhu ruang rumah jadi lebih segar. Untuk taman di dalam rumah, tempatkan tanaman pohon bambu, tanaman penghasil oksigen tinggi sehingga memberikan suasana sejuk.
  • Memperbanyak ventilasi atau jendela. Jangan abaikan keberadaan ventilasi & jendela pada rumah. Sebab, keduanya dapat membuat pertukaran udara dari dalam ke luar & sebaliknya jadi lancar sehingga ruangan tidak pengap. Artinya, semakin banyak ventilasi & jendela di dalam rumah akan semakin baik.

Menawarkan penerangan listrik yang sedikit

Ada banyak keuntungan ketika rumah menawarkan penerangan listrik yang sedikit, di antaranya dapat meminimalisir pemanasan global yang sangat mengerikan dampaknya berupa kekeringan, penyebaran penyakit, naiknya permukaan air laut, dll, mencegah suhu ruang jadi panas, serta mencegah pembengkakan pembayaran rekening listrik. Tak ayal jika rumah yang menawarkan penerangan listrik minim disebut sebagai rumah ideal. Well, begini caranya agar rumah hanya butuh sedikit penerangan listrik. Pertama, bisa meminimalkan penyekatan. Kedua, menggunakan skylight sehingga cahaya matahari bisa menjadi penerangan di siang hari. Ketiga, menggunakan dinding kaca (jika takut privasi di dalam rumah terganggu, bisa manfaatkan batu baca kaca yang membuat matahari bisa tembus tapi aktivitas di dalamnya tidak dapat dilihat dengan jelas). Keempat, manfaatkan kaca untuk memantulkan cahaya matahari ke setiap sudut rumah.

Setiap orang memiliki rumah idaman yang berbeda-beda mulai dari tipe, bentuk, sampai dengan warna, termasuk juga Anda. Kendatipun demikian, berusaha agar rumah idaman Anda nantinya memenuhi kriteria di atas agar tergolong sebagai rumah ideal bagi keluarga. Lebih dari sekedar memberikan kenyamanan & keamanan, melainkan rumah yang ideal akan memberikan rasa bangga, meningkatkan nilai jual terhadap rumah itu sendiri, serta meminimalisir pengeluaran.